Usaha perabot anyaman rotan makin berkembang sejak dua tahun terakhir di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) karena pasarannya sudah menembus wilayah Riau, Jambi, dan Bengkulu.
Data yang dihimpun dari kalangan perajin perabot di sentra Kecamatan Lubuk Kilangan Padang,  menyebutkan, pasaran produk anyaman rotan ke luar Sumbar berlangsung sejak pertengahan 2007.

Namun, pasokan untuk pasaran Sumatera itu masih terbatas karena pelaku usaha industri rumah tangga itu dihadapkan kendala modal sehingga lebih mengutamakan permintaan lokal.

Basrial (48) pelaku usaha perabot anyaman rotan di Tanah Sirah, Lubuk Kilangan, membenarkan pasaran produk berbahan baku rotan alam itu ke sejumlah provinsi tetangga sudah mulai, meski jumlahnya masih terbatas. Pasokan perabot anyaman dalam bentuk kursi, meja, ayunan masih terbatas, tak terlepas dari kekurangan dana kalangan perajin.
Ia mengakui adanya bantuan modal bagi perajin dari pemerintah kota dan PT Semen Padang, tetapi masih belum mampu untuk membuat stok lebih banyak sehingga pasaran Sumatera belum menjadi tujuan utama.
Dalam jumlah besar perabot yang dihasilkan perajin anyaman rotan di Kota Padang, masih memenuhi permintaan konsumen pada 19 kabupaten dan kota di Sumbar. Hanya sebagian kecil untuk memenuhi permintaan mitra usahanya di sejumlah provinsi tetangga itu.
Basrial menyebutkan, penjualan perabot anyaman rotan yang dihasilkan pekerjanya masih berjalan normal dan rata-rata traksaksinya mencapai Rp100 juta/bulan.
Sedangkan dua bulan menjelang masuknya Ramadhan transaksi penjualan cenderung meningkat karena banyaknya pesanan dari konsumen lokal dan juga ada asal provinsi tentangga tersebut.
Kini posisi harga satu set kersi tamu berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 4 juta tergantung pada kualitasnya.
Menyinggung ketersedian bahan baku berupa rotan alam yang telah diolah atau briktrik berkisar pada Rp 17 ribu/kg untuk mutu bagus.  Sementara itu, untuk jenis rotan manau posisi harganya relatif stabil Rp 6.000 - Rp 8.000 per batang panjang ukuran tiga hingga empat meter.
"Perabot yang dikembangkan juga mengandalkan bahan baku utama dari Pulau Jawa, berupa rama atau sejenis ilalang yang digunakan untuk pengikat anyaman rotan tersebut," katanya sembari mengaku hingga kini pasokan masih relatif lancar.
Dalam kesempatan terpisah, Emi (35) perajin anyaman rotan menuturkan, dirinya mampu menyelesaikan dua hingga empat unit kursi dalam sepekan.
Jadi, upah yang diraih tergantung banyak kursi dan ayunan bayi yang bisa diselesaikan tiap pekannya dan upahnya bervariasi seperti kursi tamu ukuran panjang Rp 50.000/unit dan pengerjaannya bisa menghabiskan waktu dua hari.
Perempuan yanag sudah tujuh tahun menjadi perajin perabot anyaman rotan itu, menyebutkan, untuk kursi tamu ukuran satu orang upahnya Rp 25.000/unit dan pengerjaanya bisa selesai satu hari. "Kami menerima upah setiap akhir pekan. Dominan perempuan yang menjadi perajin anyaman rotan di sentra itu," tuturnya

VIDEO

Pengaduan

PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (PHI) /

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)

Melalui SMS ke No. Hp :

082284224872, 08126149055, 085263385927

Format pengaduan:

Nama, Alamat, No.telp/hp Perusahaan

dan

Nama, Alamat, No.telp/hp Pekerja